Binjai .beritanusantar.my.id – Binjai utara kembali jadi sorotan .proyek penambalan yang seharusnya menjadi solusi ,justru berubah menjadi sumber masalah baru . Alih alih memberi kenyamanan , metode ” tambal sulam ” yang dikerjakan terkesan setengah hati dan membahayakan pengguna jalan. Selasa : 14/4/2026 ).
Disejumlah titik .seperti dijln T AMIR HAMZAH dan kawasan jalan frotokol lainya . Lubang hasil pengerukan dibiarkan mengangah berhari hari tanpa penanganan cepat .kondisi ini bukan hanya mengganggu arus lalu lintas . Tapi juga memicu kecelakaan .
Pantauan dilapangan memperlihatkan tambalan aspal yang tipis .permukaan tidak rata , serta mulai terkelupas pasca hujan . Dibeberapa ruas , lubang lama bahkan muncul dititik yang sama .

Berdasarkan penelusuran pada anggaran pemeliharaan jalan di berbagai daerah .kegiatan tambal sulam umumnya dislokasikan dalam kisaran RP 1 MILIAR HINGGAH RP 3 MILIAR pertahun untuk satu wilayah kecamatan atau paket pekerjaan skala sedang. Angkah tersebut mencakup material, tenaga kerja , hinggah operasional pelaksanaan .
Namun. Dengan kondisi jalan yang terus mengalami kerusakan berulang , efektivitas oenggunaan anggaran tersebut kini menjadi sorotan.
Warga pun geram .mereka menilai pengerjaan dilakukan asal jadi – dikeruk dulu tapi dibiarkan terbuka tanpa kepastian kapan ditutup kembali padahal jalan jalan tersebut merupakan jalur padat aktivitas masyarakat
.” kalau mau diperbaiki yea langsung diselesaikan. Jangan dibiarkan menjadi cebakan maut ” keluh seorang warga yang video nya yang beredar.

Lebih parah lagi , proyek ini dinilai tidak tepat sasaran. Beberapa titik vital seperti kawasan pasar taviv justru belum tersentuh perbaikan. Meski menjadi pusat ekonomi yang setiap hari dilalui ratusan kendaraan .
Penomena ini mempertegas satu hal proyek infrastruktur tanpa menegement yang matang hanya akan melahirkan masalah baru . Jalan yang seharusnya jadi solusi mobilitas .malah berubah menjadi ancaman nyata .
Jika kondisi ini terus dibiarkan ,bukan tidak mungkin ” tambal sulam ” dibinjai utara akan lebih dikenal sebagai proyek pembuka lubang bukan penutup masalah .Kinerja dinas PUTR dipertanyakan untuk dana anggarannya.
( Joni Sanjaya )
