SOUTH DAKOTA – Di tengah raungan angin dan langit yang menggelap, sebuah momen romantis yang nyaris mustahil terjadi di dataran South Dakota, Amerika Serikat. Bukan di restoran mewah atau pantai yang tenang, pria bernama Bryce Shelton resmi melamar kekasihnya, Paige Berdomas, tepat di hadapan dinding awan tornado yang tengah mengamuk.
Aksi berani yang memacu adrenalin ini seketika viral, mendefinisikan ulang arti “cinta yang menggebu” bagi komunitas pemburu badai dunia.
Sinema Alam: 18 Minggu Menanti ‘Momen Sempurna’
Bagi Shelton, rencana ini bukanlah keputusan impulsif. Ia mengaku telah menyimpan cincin pertunangan selama 18 minggu atau lebih dari empat bulan, menunggu keselarasan alam yang presisi di negara bagian favorit mereka.
“Saya ingin melakukannya di South Dakota di depan tornado yang fotogenik. Dan semuanya berjalan sempurna,” ujar Shelton dengan bangga, seperti dikutip dari laman People.
Kronologi Kejadian: Antara Maut dan Asmara
Peristiwa bersejarah ini terjadi pada Sabtu, 28 Juni 2025. Berdomas, yang saat itu tampil apa adanya dengan celana pendek olahraga dan kacamata pengaman, sama sekali tidak mencium gelagat romantis dari rekannya tersebut.
- Pukul 15.00 (Waktu Setempat): Badai mulai terbentuk secara ekstrem.
- Aksi Lamaran: Di tengah hujan deras, saat tornado membesar di latar belakang, Shelton mengajak Berdomas keluar dari truk dan tiba-tiba berlutut di atas tanah yang basah.
- Momen Fotogenik: Setelah lamaran pertama, dibantu oleh rekan pemburu badai Brandon Copic, pasangan ini kembali mengabadikan foto di depan tornado kedua yang muncul lebih indah dan megah.
Berawal dari ‘Twitter Cuaca’
Pertemuan dua sejoli ini bagaikan skenario film. Keduanya dipertemukan oleh minat yang sama terhadap fenomena cuaca ekstrem melalui media sosial (Twitter/X). Berawal dari pertemanan jarak jauh (LDR), keduanya memutuskan bertemu langsung pada Juni tahun lalu untuk pertama kalinya demi berburu badai.
“Kami saling mengenal secara daring dan menjadi teman baik. Hingga akhirnya kami memutuskan bertemu untuk mengejar badai bersama,” ungkap Berdomas kepada People. Ia menyebut tornado yang menjadi saksi bisu pertunangannya sebagai “tornado terindah yang pernah saya lihat seumur hidup.”
Sambutan Hangat Komunitas
Meski dilakukan di tengah risiko tinggi, kebahagiaan mereka menular ke seluruh komunitas pemburu badai. Saat mereka menepi untuk mengunggah momen tersebut, para pemburu badai lainnya langsung menghampiri untuk memberikan pelukan dan ucapan selamat di tengah sisa-sisa gemuruh cuaca.
Kisah Shelton dan Berdomas kini menjadi bukti bahwa di tengah kekuatan alam yang paling menghancurkan sekalipun, sebuah janji setia bisa berdiri dengan teguh.
Sumber: People
